Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
NasionalNewsTeknologi

WhatsApp Akui Salah Blokir Massal Akun di Indonesia, Komdigi Panggil Meta

12
×

WhatsApp Akui Salah Blokir Massal Akun di Indonesia, Komdigi Panggil Meta

Sebarkan artikel ini

JAKARTA | KHATULISTIWA.MEDIA — Pemblokiran massal akun WhatsApp di Indonesia akhirnya mendapat respons serius dari pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memanggil pihak Meta untuk meminta penjelasan langsung terkait banyaknya akun WhatsApp pengguna Indonesia yang terdampak pemblokiran.

Pemanggilan tersebut dilakukan Komdigi pada Rabu (26/8), setelah surat yang sebelumnya dilayangkan pemerintah kepada Meta tidak mendapat respons hingga batas waktu yang ditentukan.

Banner

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Saba, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada Meta tertanggal 14 Agustus. Surat tersebut seharusnya mendapat respons pada Jumat.

Namun, hingga jam kerja berakhir, tidak ada tanggapan dari pihak Meta. Kondisi itu membuat Komdigi mengambil langkah tegas dengan memanggil perwakilan Meta secara langsung ke kantor pemerintah.

“Surat kami tertanggal 14 Agustus kemudian seharusnya direspons di hari Jumat. Namun karena sampai jam kerja selesai tidak ada respons dari Meta, sehingga kami memanggil Meta untuk hadir secara fisik di tempat kami di kantor ini untuk memberikan penjelasan langsung kepada pemerintah,” ujar Alexander.

Dalam pertemuan tersebut, pihak WhatsApp akhirnya mengakui adanya kesalahan sistem yang menyebabkan sejumlah akun pengguna yang sebenarnya tidak bermasalah ikut terkena pemblokiran.

Kepala Kebijakan Publik WhatsApp dan Messenger Asia Pasifik, Ester Sambori, menjelaskan pemblokiran dilakukan sebagai bagian dari sistem untuk mendeteksi dan menindak akun yang dianggap tidak baik. Namun, dalam proses tersebut terjadi kesalahan.

“Dalam melakukan proses penangkapan akun-akun yang tidak baik ini, kemudian sistem kami melakukan kesalahan. Namun secara cepat dan mitigasi sudah dilakukan untuk mengembalikan akun. Kami melakukan kesalahan dalam memblokir akun ini,” jelas Ester.

Ester menegaskan, langkah tersebut pada dasarnya dilakukan untuk menjaga keamanan pengguna WhatsApp di Indonesia. Namun, sistem yang diterapkan justru berdampak terhadap sejumlah akun pengguna yang dinilai sah.

“Lagi-lagi dilakukan untuk menjaga keamanan pengguna WhatsApp di Indonesia dan bahwa terjadinya dampak terhadap akun-akun yang asli,” tambahnya.

Pihak WhatsApp juga menyadari besarnya ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap layanan tersebut. WhatsApp selama ini digunakan secara luas untuk komunikasi pribadi, pekerjaan, bisnis hingga aktivitas sehari-hari.

“Kami bersimpati dan sadar bahwa WhatsApp itu digunakan masyarakat Indonesia dengan sangat luas untuk keseharian,” ungkap Ester.

Pengakuan tersebut menjadi sorotan lantaran pemblokiran akun WhatsApp tidak hanya menyangkut akses terhadap aplikasi, tetapi juga berpotensi mengganggu komunikasi dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada layanan tersebut.

Komdigi kini meminta Meta memastikan langkah mitigasi berjalan efektif agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi dan pengguna yang tidak melanggar aturan tidak menjadi korban sistem pemblokiran otomatis.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *