TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat Desa Salobukkang, Kecamatan Duapitue, melalui edukasi pengelolaan limbah organik menjadi pupuk kompos dan bioherbisida alami, Senin (27/7/2026).
Program ini menyasar ibu-ibu PKK, penerima Program Keluarga Harapan (PKH), serta kelompok tani sebagai upaya mendorong pertanian yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.
Mahasiswa Agribisnis, Nabila Rahmadani Fatau, mengajak warga mengolah limbah rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, dan dedaunan menjadi pupuk kompos. Menurutnya, limbah organik yang selama ini terbuang memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami sekaligus mengurangi volume sampah. Peserta juga mempraktikkan pembuatan kompos menggunakan komposter, EM4, serta menerima brosur panduan dan benih cabai untuk diterapkan di pekarangan rumah.
Di lokasi yang sama, mahasiswa Teknik Pertanian, Muh Rezki Nurmansyah, memperkenalkan bioherbisida berbahan dasar daun mangga kering sebagai alternatif pengendalian gulma di lahan sawah. Ia menjelaskan, kandungan senyawa alami seperti fenol dan tanin pada daun mangga mampu menghambat pertumbuhan gulma sehingga dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap herbisida kimia yang berbiaya tinggi dan berpotensi menurunkan kualitas tanah.
Melalui dua program kerja tersebut, mahasiswa KKN Unhas tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan praktis yang mudah diterapkan. Inovasi pemanfaatan limbah organik ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, menekan biaya produksi pertanian, serta mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan di Desa Salobukkang.
















