BIANGLOE | KHATULISTIWA.MEDIA – Komitmen mendukung keterbukaan informasi publik terus diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin melalui program Revitalisasi Sarana Informasi Publik Desa di Desa Biangloe. Program ini difokuskan pada pembenahan papan informasi desa yang selama ini mengalami kerusakan dan belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai media penyampaian informasi kepada masyarakat.
Revitalisasi tersebut menjadi langkah nyata untuk memperkuat transparansi pemerintahan desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik. Papan informasi yang sebelumnya kurang representatif kini diperbaiki agar kembali berfungsi sebagai pusat penyebaran informasi resmi mengenai pemerintahan, pembangunan, pelayanan publik, hingga kegiatan kemasyarakatan.
Rangkaian kegiatan meliputi pembersihan papan informasi, perbaikan bagian yang rusak, pengecatan ulang, penataan desain informasi, serta pemasangan informasi terbaru, seperti profil desa, struktur organisasi pemerintah desa, jadwal pelayanan, dan berbagai informasi penting lainnya.
Koordinator Desa KKN Universitas Hasanuddin, Rizwan Aldiansa Amal, mengatakan revitalisasi ini bertujuan menciptakan media informasi yang lebih menarik, mudah dibaca, dan memudahkan masyarakat memperoleh informasi resmi dari pemerintah desa.
“Melalui revitalisasi papan informasi ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mudah memperoleh informasi mengenai berbagai kegiatan dan pelayanan desa. Selain itu, program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel,” ujar Rizwan, senin (2707/2026).
Pemerintah Desa Biangloe menyambut positif inisiatif tersebut dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin dalam mendukung pembangunan desa. Aparat desa berharap papan informasi yang telah direvitalisasi dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.
Selain menjadi sarana penyampaian informasi yang lebih efektif, keberadaan papan informasi yang representatif juga diharapkan mampu mendorong budaya keterbukaan informasi publik, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa, serta memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa.
Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Ke depan, pemerintah desa diharapkan dapat memperbarui informasi secara berkala sehingga papan informasi tetap menjadi sumber informasi yang akurat, aktual, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, revitalisasi sarana informasi publik di Desa Biangloe diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih terbuka, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
















